Letusan Kelud Tak Pengaruhi Status Vulkanik Merapi
"Status gunung Merapi tetap pada status normal aktif atau level IV."
Gunung Kelud meletus (ANTV)
"Suara dentuman letusan Kelud membuat akustik bagai dentuman melalui gelombang udara," katanya.
Dijelaskannya, seismogram itu mencatat getaran dari seismometer di
stasiun Deles, Klaten dan stasiun Plawangan, Sleman serta stasiun
Pusunglondon, Boyolali.
Meski demikian, adanya getaran dipastikan tidak akan mempengaruhi
aktivitas vulkanik di Gunung Merapi. Rekaman di seismograf adalah akibat
dari letusan Gunung Kelud. Untuk Merapi, masih landai dan statusnya
masih normal. Sedangkan Kelud sudah berstatus awas (level IV).
"Status Gunung Merapi tetap pada status normal aktif atau level IV," ujarnya.
Pantauan VIVAnews, tak hanya suara yang
menggelegar yang didengar oleh warga di Yogyakarta saat gunung di
Kediri, Jawa Timur, itu meletus. Namun, hujan abu juga dirasakan oleh
warga di Yogyakarta dan sekitarnya.
Bahkan, bagi warga yang berada di selatan Yogyakarta seperti
Kabupaten Bantul hujan abu justru lebih tebal dan pekat dibandingkan
saat hujan abu ketika erupsi Merapi 2010 yang lalu.
Langit di wilayah Yogyakarta tampak gelap dan berwarna putih
kecoklatan pertanda hujan abu vulkanik akibat letusan Gunung Berapi
Kelud masih berlangsung di wilayah Yogyakarta.
Genting rumah warga tampak berwarna putih-kecoklatan dan juga
berbagai tumbuhan dipenuhi dengan abu vulkanik yang terus berjatuhan.
Warga yang beraktivitas keluar rumah juga harus menggunakan masker jika
tidak ingin menghirup abu vulkanik yang jatuh berterbangan dari langit.
"Saya hanya keluar mencari lauk-pauk untuk makan pagi saja, baju,
helm dan kaca mata saya sudah banyak abu yang menempel," kata Juminem
warga Dusun Gunungan, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Bambanglipuro,
Kabupaten Bantul, DIY, Jumat 14 Februari 2014
Jika keluar rumah tidak menggunakan masker atau menggunakan
pelindung kepala seperti topi atau helm maka seluruh rambut dan muka
ataupun baju yang dipakai sudah sangat kotor dengan abu vulkanik.
"Mata saya juga terasa perih meski sudah memakai kacamata," paparnya
Juminem mengaku hujan abu vulkanik erupsi Gunung Kelud ini jauh
lebih tebal dibandingkan dengan hujan abu vulkanik saat erupsi Merapi
berlangsung. "Hujan abu vulkanik ini cukup tebal dan mengganggu sekali
ketika sedang melakukan aktivitas di luar rumah." (one)







0 komentar:
Posting Komentar