Sabtu, 09 Agustus 2014

Manfaat Letusan

Letusan Kelud Tak Pengaruhi Status Vulkanik Merapi

"Status gunung Merapi tetap pada status normal aktif atau level IV."


Gunung Kelud meletus
Gunung Kelud meletus (ANTV)
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi Yogyakarta, Subandriyo, mengatakan dentuman yang terjadi saat erupsi Gunung Kelud berlangsung juga terekam pada seismogram yang ada di Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi Yogyakarta mencatat getaran tremor berkali-kali.

"Suara dentuman letusan Kelud membuat akustik bagai dentuman melalui gelombang udara," katanya.

Dijelaskannya, seismogram itu mencatat getaran dari seismometer di stasiun Deles, Klaten dan stasiun Plawangan, Sleman serta stasiun Pusunglondon, Boyolali. 

Meski demikian, adanya getaran dipastikan tidak akan mempengaruhi aktivitas vulkanik di Gunung Merapi. Rekaman di seismograf adalah akibat dari letusan Gunung Kelud. Untuk Merapi, masih landai dan statusnya masih normal. Sedangkan Kelud sudah berstatus awas (level IV).

"Status Gunung Merapi tetap pada status normal aktif atau level IV," ujarnya.

Pantauan VIVAnews, tak hanya suara yang menggelegar yang didengar oleh warga di Yogyakarta saat gunung di Kediri, Jawa Timur, itu meletus. Namun, hujan abu juga dirasakan oleh warga di Yogyakarta dan sekitarnya. 

Bahkan, bagi warga yang berada di selatan Yogyakarta seperti Kabupaten Bantul hujan abu justru lebih tebal dan pekat dibandingkan saat hujan abu ketika erupsi Merapi 2010 yang lalu.

Langit di wilayah Yogyakarta tampak gelap dan berwarna putih kecoklatan pertanda hujan abu vulkanik akibat letusan Gunung Berapi Kelud masih berlangsung di wilayah Yogyakarta.

Genting rumah warga tampak berwarna putih-kecoklatan dan juga berbagai tumbuhan dipenuhi dengan abu vulkanik yang terus berjatuhan. Warga yang beraktivitas keluar rumah juga harus menggunakan masker jika tidak ingin menghirup abu vulkanik yang jatuh berterbangan dari langit.

"Saya hanya keluar mencari lauk-pauk untuk makan pagi saja, baju, helm dan kaca mata saya sudah banyak abu yang menempel," kata Juminem warga Dusun Gunungan, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, DIY, Jumat 14 Februari 2014

Jika keluar rumah tidak menggunakan masker atau menggunakan pelindung kepala seperti topi atau helm maka seluruh rambut dan muka ataupun baju yang dipakai sudah sangat kotor dengan abu vulkanik.

"Mata saya juga terasa perih meski sudah memakai kacamata," paparnya

Juminem mengaku hujan abu vulkanik erupsi Gunung Kelud ini jauh lebih tebal dibandingkan dengan hujan abu vulkanik saat erupsi Merapi berlangsung. "Hujan abu vulkanik ini cukup tebal dan mengganggu sekali ketika sedang melakukan aktivitas di luar rumah." (one)

0 komentar:

Posting Komentar