Tahu yang pertama kali dikenalkan oleh
pengusaha asal Cina bernama Bah Kacung ini merupakan oleh-oleh khas
Kediri sejak tahun 1912. Nama ‘takwa’ sendiri berasal dari bahasa
Mandarin yang berarti ‘aroma’. Memang sangat sesuai dengan namanya, anda
bisa membedakan mana tahu takwa yang asli dan mana tahu biasa dari
aromanya. Aromanya gurih dan sangat menggoda bahkan sebelum dirasakan di
lidah.
Tahu ini memiliki tekstur yang kenyal
dan lembut saat dimakan. Berbentuk kotak seperti tahu kebanyakan,
rasanya gurih dan tidak ada rasa masam sama sekali. Ini dia yang membuat
tahu takwa berbeda dengan tahu lainnya. saat digoreng, kulit luarnya
crispy, tapi bagian dalamnya tetap lembut.
Warna kuning cerahnya menggunakan
pewarna makanan alami yaitu kunyit. Jadi sangat aman untuk dikonsumsi.
Pembuatannya juga sedikit berbeda dengan tahu lainnya. tahu takwa ini
setelah sudah menjadi tahu putih, baru direbus dengan kunyit dan garam.
Jadi walaupun belum digoreng, tahu takwa bisa langsung dikonsumsi karena
saat perebusannya membuat tahu ini matang.
Harganya tidak sebanding dengan rasanya
yang spesial. Anda hanya merogoh kocek Rp. 2000,- rupiah saja untuk satu
biji tahu takwa. Biasanya tahu takwa dikemas dalam anyaman bambu atau
yang disebut dengan ‘besek’.







0 komentar:
Posting Komentar